Jika seseorang bertanya padamu, mengenai alasan mengapa engkau hidup, apakah kamu bisa menjawabnya??
Jika seseorang bertanya padamu, Bila hidup adalah sebuah pilihan, apakah kamu yakin bahwa pilihanmu adalah yang terbaik??
Jika seseorang bertanya padamu, Apakah kamu sudah tahu kemana arah tujuan hidupmu, apakah kamu telah mengetahui kemana kamu akan melangkah??
Dan jika seseorang bertanya padamu, Mengapa Tuhan menciptakan kamu dan memberikan kehidupan padamu, apakah kamu sudah mengerti maksudNya terhadap kamu??
Alasan untuk tetap hidup..Bagaimana saya dapat mengetahui mengapa saya harus hidup ketika saya telah membenci kehidupan saya??
Dan bagaimana saya dapat tahu apakah pilihan saya itu tepat padahal saya sekalipun tidak pernah memilih?? bagaimana saya telah tau arah dan tujuan hidup saya padahal saya sama sekali belum melangkah?? belum membuat keputusan??
Dan dengan cara apa saya tahu apa maksud TUHAN dalam hidup saya padahal saya tidak pernah bercakap-cakap denganNYA?? tidak pernah belajar untuk mengenal DIA, apalagi untuk mendengar suaraNYA??
Mungkin inilah yang menjadi jawaban saya atas pertanyaan-pertnyaan di atas. Ketika saya merenungkan hal ini, dibenak saya hanya muncul semua kejelekan saya dan keburukan yang telah saya perbuat..semua begitu rupa menghujam alam bawah sadar saya sehingga membuat saya seakan-akan seperti sebuah barang usang yang telah lama terbuang..Saya kehilangan harapan, saya kehilangan motivasi, saya kehilangan semangat dan yah…I’ve lost all the things..
Seorang motivator pernah berkata, bahwa kita harus menjadi pejuang-pejuang impian pada saat kita masih muda, agar kita tidak menjadi tawanan-tawanan penyesalan disaat kita tua. Namun bagi saya, impian seperti apa yang harus saya perjuangkan??saya telah kehilangan impian saya, bahkan semangat dan harapan saya untuk meraih impian-impian itu.
Kemudian masih dari motivator yang sama. “Hati-hati dengan perkataanmu. seseorang yang merasa bahwa ia tidak bisa melakukan sesuatu, tetap tidak akan dapat melakukan sesuatu itu meskipun ia SEBENARNYA BISA. karena alam pikirannya yang mengatakan ia TIDAK BISA, dan ia tidak ingin menyalahkan dirinya karena KETIDAK BISAANNYA…”.
Well..setidak-tidaknya kalimat dari sang motivator ini telah memberikan sedikit kelegaan bagi saya.. memberikan secercah sinar untuk saya dapat berharap bisa keluar dari kondisi saya…mungkin sampai saat ini, 2 hari, 2 bulan, atau bertahun-tahun setelah ini saya tetap tak bisa secara pasti menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. namun ada beberapa hal yang dapat saya ambil dari apa yang dikatakan motivator tersebut.
Jika saya memang tidak pernah dapat mengetahui apa alasan untuk saya hidup, maka saya akan tetap berusaha dan berjuang untuk hidup. meskipun tanpa alasan yang jelas, saya akan berusaha agar saya tetap dapat bertahan hidup, setidak-tidaknya saya dapat hidup bagi mereka yang selama ini telah mendukung saya bagaimanapun keadaan saya.
Jika hidup ini adalah sebuah pilihan, dan apabila saya telah memilih jalan yang keliru, maka saya akan tetap berjalan pada pilihan saya. Bukan berarti saya bebal. Namun saya percaya, bahwa setiap jalan yang kita pilih akan selalu ada resikonya. Salah atau benar kebanyakan hanya persoalan pandangan orang lain. Ketika kita percaya pada TUHAN dan tetap melangkah, tidak akan ada sesuatu yang sia-sia. Meskipun kecil, segi positif dari tiap pilihan akan selalu ada.
Jika memang saya tidak akan pernah tahu kemana saya harus melangkah, maka saya akan tetap melangkah. Karena meskipun langkah saya akan menghadapi rintangan dan ujian yang sangat berat dan bahkan meski saya tidak dapat melewatinya dan gagal di tengah jalan, setidak-tidaknya saya sudah membuktikan bahwa saya jauh lebih baik daripada seorang yang TIDAK MAU MELANGKAH SAMA SEKALI…setidak-tidaknya akan ada orang yang mengenal saya meskipun dari kegagalan saya…semoga mereka bisa belajar dari kegagalan saya..dan mereka menjadi berhasil karenanya..
Dan meskipun sampai kapanpun saya tak pernah tau mengapa TUHAN menciptakan saya, saya hanyalah seorang hamba..untuk apapun yang IA akan lakukan pada saya, saya hanyalah seorang hamba yang akan menjadi seperti apa yang diinginkan TUANnya. meskipun saya tak pernah tau, tak pernah mengerti apapun, saya hanyalah seorang hamba..terjadilah apa yang dinginkan TUAN terhadap hambanya…
Dan untuk sebuah Alasan…Dan untuk sebuah pilihan..semuanya kembali pada pribadi yang menjalankannya…selebihnya, orang lain yang akan melihat dan menilai apakah itu baik bagi mereka atau tidak, bukan benar atau salah, bukan pantas atau tidak pantas..tidak lebih dari itu…
Posted in Uncategorized | 3 Comments »